Dalamsambutannya, Bupati Tana Tidung berharap bahwa dengan adanya Kilang Pengolahan Gas Alam Cair oleh PT. Kayan LNG Nusantara dapat berperan besar dalam mengatasi sektor tenaga kerja karena berdasarkan data BPS selama kurun waktu 2020-2021 tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tana Tidung meningkat dari 4,83 persen di tahun 2020 Nunukan(BERANDATIMUR.COM) - PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE Simenggaris) dan PT Medco E&P Simenggaris teken perjanjian jual beli gas (PJBG) yang ketiga dengan mitranya PT Kayan LNG Nusantara yang merupakan perusahaan lokal di Kalimantan Utara. Kali ini siap memasok gas ke kilang mini LNG milik PT Kayan LNG Nusantara yang berada di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung PenandatangananPJBG ini, menjadi sebuah momen penting karena yang pertama menggunakan skema bisnis LNG downstream di Indonesia. Dimana PT Kayan LNG Nusantara akan membeli gas dari produsen gas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris, kemudian melakukan proses liquefaction terhadap gas menjadi LNG dan disimpan dalam LNG isotank untuk dikapalkan langsung menuju offtakers. Fast Money. Jakarta ANTARA - Subholding Gas PT Pertamina Persero, PT PGN Tbk, dan PT Pertagas Niaga PTGN selaku afiliasi PGN, menandatangani perjanjian jual beli gas alam cair LNG dengan PT Kayan LNG Nusantara. Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan dalam perjanjian itu PGN Grup membeli pasokan LNG sebesar 3-5 BBTUD untuk kebutuhan ritel di Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur. Perjanjian itu juga diharapkan dapat mengoptimalkan pasar LNG serta penggunaan gas bumi di daerah yang belum terjangkau infrastruktur pipa gas. Penandatanganan jual beli LNG dilakukan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan, Direktur Utama PT Pertagas Niaga Aminuddin, dan Direktur Utama PT Kayan LNG Nusantara Antony Lesmana di Jakarta, Jumat 21/10/2022. "Alokasi LNG dari Kayan menjadi kick off pembelian LNG di PGN secara keseluruhan untuk mendukung bisnis niaga LNG. Di operasional dan sales ada Pertagas Niaga dan PGN Gagas yang ditugaskan untuk menyalurkan LNG bagi kebutuhan domestik. Selain itu PGN juga tengah membangun mini LNG liquiefaction di beberapa wilayah," ujar Haryo. PGN dan Kayan, lanjutnya, akan menjalankan pemasaran bersama untuk tambahan alokasi LNG dari Kayan dan mengoptimalkan kargo LNG portofolio untuk pasar internasional. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menambahkan untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Kalimantan dan Indonesia Timur memerlukan skema penyaluran beyond pipeline. Gas bumi akan disalurkan dengan transportasi non-pipa. Baca juga Subholding Gas Pertamina siap jangkau wilayah nonpipa dengan Gaslink "PGN menginisiasi untuk pemanfaatan gas bumi yang berbentuk cair yaitu LNG, agar bisa disalurkan ke pengguna akhir," katanya. Ia mengatakan pengembangan LNG ritel merupakan salah satu kreasi nilai PGN tahun 2022. "Kami memandang bahwa kebutuhan konversi energi ke gas bumi di wilayah Kalimantan dan Indonesia timur sangat besar, sehingga hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi PGN. Wilayah-wilayah yang sudah terjangkau LNG nantinya diharapkan bisa tumbuh. LNG dapat menjadi energi bagi industri, smelter, pembangkit listrik, hingga rumah tangga," ujar Heru. Direktur Utama PT Kayan LNG Nusantara Anthony Lesmana menyampaikan pihaknya selalu didorong membangun pabrik mini LNG dengan memanfaatkan sumbar gas yang ada. "Dalam ekosistem ini, PGN merupakan bagian penting dan sebagai anchor customer. PJB Perjanjian Jual Beli LNG ini menjadi kolaborasi pertama untuk bisnis mini LNG dan market LNG cukup besar untuk dipasarkan bersama sehingga akan menguntungkan kedua belah pihak," ujarnya. Heru menambahkan PGN siap untuk berinvestasi dalam pengembangan LNG ritel an terbuka untuk kerja sama dengan badan usaha lain untuk menyalurkan LNG sampai ke pengguna akhir agar percepatan bisnis LNG dapat terealisasi. "Optimasi LNG ritel juga menjadi salah satu cara PGN untuk mengisi transisi energi," sebutnya. Baca juga Perkuat portofolio bisnis, PGN bidik pasar ritel gas bumiPewarta Kelik DewantoEditor Risbiani Fardaniah COPYRIGHT © ANTARA 2022 By Editorial Team 09/05/2023 Summary PT Kayan LNG Nusantara officially operates the first mini LNG refinery in Tanjung Keramat, Tanah Tidung Regency, North Kalimantan, on Sunday. The facility is expected to meet energy needs in nearby small islands. The refinery will process 22 million cubic feet per day mmscfd of gas from JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris. Its products will be stored in 40-feet isotank cylinders and shipped to domestic and overseas consumers. Energy and Mineral Resources ESDM Ministry's director of oil and gas infrastructure planning and development Laode Sulaeman appreciated the operation of the first mini LNG refinery in Indonesia. The technology employed by the refinery allows for better LNG distribution in small islands across Indonesia. He also expected the oil and gas industry to develop similar refinery projects in other areas. Register now and get free access. If you want to get free access to our Daily Insights and Weekly Digest, please click "Sign up" button below. If you already have an account, please login. What do subscribers receive? As a subscriber, you'll receive daily insights, weekly business digests, and quarterly industrial reports. What kind of pieces will i get? In-depth reports on assumption and impact analysis, as well as update and trends mapping, written by our credible and experienced analysts. Project Owner PT. Kayan LNG Nusantara Location Tarakan North Kalimantan Year Start Mei 2022 Status On Progress Gallery Contact Us

pt kayan lng nusantara